Rabu, 14 Agustus 2013

JENIS DAN UKURAN PIPA PVC

Sifat PVC yang tahan lama dan tidak gampang dirusak dan tidak berkarat atau membusuk menjadikan PVC paling sering digunakan dalam sistem perpipaan dan pelindung kabel. PVC tahan dalam kondisi lingkungan secara biologis maupun kimiawi, membuatnya menjadi plastik yang dipilih sebagai bahan pengganti pipa logam yang rentan karat dalam pengunaan rumah tangga.

JENIS PVC
Pipa PVC biasanya memakai standard ukuran JIS (Japanese Industrial Standart), sedangkan untuk PDAM biasanya memakai standard ukuran SNI (Standart Nasional Indonesia). Dalam system JIS ada 3 jenis pipa PVC yaitu AW, D dan C.

AW, paling tebal, biasanya dipakai untuk perpipaan yang membutuhkan aliran tekanan tinggi (seperti pakai pompa).

D, tidak setebal AW tapi lebih tebal dari C, digunakan untuk tekanan yang tidak terlalu besar atau bisa dipakai untuk saluran buangan didalam rumah.

C, paling tipis, biasanya untuk buangan air, tidak bisa untuk tekanan

UKURAN PVC
Berikut ini adalah macam-macam ukuran diameter pipa PVC dengan standard JIS (satuan inch)
Keterangan
  • C 5/8" Untuk pelindung kabel listrik
  • AW 1/2” dan AW 3/4”Biasa dipakai untuk supply air di rumah tangga. Untuk untuk debit air yang lebih besar memakai diameter lebih besar.
  • D 2 1/2", D 3", D 4" Biasa dipakai untuk saluran buangan di rumah tangga. Bisa pakai C tapi lebih baik gunakan type D jika pipanya tidak ditanam. Sebab pipa type C mudah pecah apabila pipa buntu dan perlu disedot.
  • C 3”, C 4” biasa untuk pembuangan air yang memiliki tekanan rendah. (diolah dari berbagai sumber, foto : istimewa )

MENANGKAP AIR HUJAN

Banjir di musim hujan, kekeringan di musim kemarau. Begitulah masalah di banyak kota di negeri ini. Ini akibat pembangunan kota yang tak mengindahkan kelestarian lingkungan. Cara yang diyakini bisa menjaga ketersediaan sumber air adalah membuat sumur resapan dan lubang-lubang biopori.

Konsepnya adalah bagaimana semaksimal mungkin memasukkan kembali ke dalam bumi air yang jatuh dari langit alias hujan, sehingga tidak terbuang percuma.

BIOPORI
Dinamakan teknologi biopori atau mulsa vertikal karena teknologi ini mengandalkan hewan-hewan tanah seperti cacing dan rayap untuk membentuk pori-pori alami dalam tanah, dengan bantuan sampah organik, sehingga air bisa terserap dan struktur tanah diperbaiki.

Lubang biopori tidak memerlukan lahan yang luas. Untuk daerah dengan intensitas hujan tinggi dan laju peresapan air sekitar 3 liter permenit, setiap 100 meter persegi luas tanah, hanya membutuhkan sekitar 28 lubang. Karena itu, teknologi ini bisa diaplikasikan di semua jenis kawasan, termasuk kawasan yang 100% kedap air atau sama sekali tidak ada tanah terbuka. Dan jika biopori itu berada diantara pepohonan, dijamin tetumbuhan itu akan makin subur.

Membuat Sumur Biopori
  1. Gali lubang bentuk silinder, diameter 10-30 cm, kedalaman 80-100 cm (boleh kurang jika muka air tanah dangkal).
  2. Buat jarak antarlubang 50-100 cm.
  3. Isi lubang dengan sampah organik (sampah dapur, daun, rumput). Tambah terus sampah organik jika isi lubang berkurang akibat pembusukan.
  4. Perkuat mulut lubang dengan memasukkan paralon (10 cm) dan pinggir mulut lubang di semen agar tidak longsor.
  5. Tutup dengan loster atau tutup saluran WC agar tidak membahayakan anak-anak.

SUMUR RESAPAN
Yang disebut sebagai sumur resapan adalah sumur gali yang berfungsi untuk menampung, meresapkan, dan mengalirkan air hujan yang jatuh dipermukaan tanah, bangunan, juga atap rumah. Dengan denikian, bermanfaat untuk dapat menambah atau meninggikan permukaan air tanah dangkal (water table), menambah potensi air tanah, mengurangi genangan banjir, mengurangi amblesan tanah, serta mengurangi beban pencemaran air tanah.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan, persyaratan umum yang harus dipenuhi adalah sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam, atau labil. Selain itu, sumur harus dijauhkan dari tempat penimbunan sampah, septic tank (minimum lima meter diukur dari tepi) dan berjarak minimum satu meter dari fondasi bangunan.

Bentuknya boleh bundar atau persegi empat. Penggalian maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Persyaratan teknis lainnya ialah kedalaman air tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan, struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah lebih besar atau sama dengan 2,0 cm/jam, dengan tiga klasifikasi. Pertama, permeabilitas tanah sedang (geluh kelanauan) 2,0-3,6 cm/jam, kedua permeabilitas tanah agak cepat (pasir halus), yaitu 3,6-36 cm/jam dan ketiga, permeabilitas tanah cepat (pasir kasar), yaitu lebih besar dari 36 cm/jam.

Spesifikasi sumur resapan meliputi penutup, dinding bagian atas dan bawah, pengisi dan saluran air hujan. Untuk penutup dapat digunakan, misalnya pelat beton bertulang tebal 10 sentimeter dicampur satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil. Atau beton dengan ketebalan yang sama berbentuk cubung namun tidak diberi beban diatasnya atau ferocement setebal 10 sentimeter.

Untuk dinding sumur bagian atas dan bawah dapat menggunakan besi beton. Dinding bagian atas juga dapat hanya menggunakan batu bata merah, batako, campuran satu bagian semen, empat bagian pasir, diplester dan diaci semen. Semenetara pengisi sumur dapat menggunakan batu pecah ukuran 10-20 senti meter, pecahan bata merah ukuran 5-10 sentimeter, ijuk, serta rang. Pecahkan batu tersebut disusun berongga. Untuk saluran air hujan, dapat digunakan pipa PVC berdiameter 110 milimeter, pipa beton berdiameter 200 milimeter, dan pipa beton setengah lingkaran berdiameter 200 milimeter. (dari berbagai sumber/foto:istimewa)

DOWNLOAD BOOK : 100 MORE OF THE WORLD'S BEST HOUSES



Images Publishing Dist A/C 2006 | ISBN:1920744983 | 352 p | PDF.djvu | 30 MB

Permintaan yang paling sering ditemui tim IMAGE's adalah menjelajahi dunia untuk mencari 100 desain rumah yang paling bagus. Dengan buku ini Tim IMAGE's telah memilih lebih dari 100 rumah yang luar biasa dengan desain arsitektur rumah tinggal kontemporer dalam segala bentuknya. Diseleksi dengan cermat dengan variasi perbedaan luas, lokasi, iklim, budaya, gaya, bahan, interior, dan bahkan perabotnya. Koleksi-koleksi ini ditampilkan dengan foto-foto penuh warna, denah dan gambar yang terbaik dalam arsitektur perumahan internasional. Ini adalah buku yang dapat dibaca dari waktu ke waktu, tidak ada istilah ketinggalan jaman dan dijamin dapat menginspirasi, menyenangkan dan mengejutkan. (rudy dewanto)

-download here- password :www.dl4all.com

NOTE : File dalam ekstensi .djvu untuk membukanya anda perlu program ini windjview

SEBELUM MEMBELI AKUARIUM

Bagi yang hobi memelihara ikan hias di akuarium ada baiknya untuk membaca uraian singkat yang pasti bermanfaat. Sangat sederhana tapi tidak gampang menjalankannya. Tetapi demi keindahan ruangan anda, tidak ada salahnya jika mau lebih perhatian dengan akuarium anda.

  1. Ada baiknya anda untuk memilih jenis ikan hias terlebih dulu Sebelum membeli akuarium. Misalnya Ikan Badut, Ikan Kupu-Kupu, Ikan Mandarin, Dragon Fish, Emperor Fish, dan Lain-lain. Jika sudah, perhatikan ukuran ikan-ikan yang akan masuk dalam akuarium. Jika ukurannya besar-besar jangan beli Akuarium kecil. Intinya jangan sampai ikan hias-ikan hias hidup berdesak-desakan dan tidak mendapatkan tempat hidup yang nyaman. Dan yang paling penting, cocokkah budget Anda dengan jenis ikan hias dan akuarium yang ingin Anda beli?
  2. Selain Memperhatika ukuran ikan, juga perhatikan ukuran ruang yang akan ditempati oleh akurium. Jangan sampai malah membuat ruang jadi sesak karena keberdaan akuarium.
  3. Ketahui dahulu karakter dan pola hidup ikan hias anda. Anda membeli jenis ikan tertentu, tentunya harus tahu makanannya apa dan bagaimana ciri dan pola hidupnya. Cari informasi di Internet atau membeli majalah ikan agar anda dapat merawat ikan tersebut sebaik mungkin. Setiap ikan hias mempunyai jenis makanan yang berbeda-beda dengan harga yang variatif pula.
  4. Tidak semua jenis ikan bisa hidup rukun jika hidup dalam akuarium yang sama. Sekali lagi kenali karakter mareka. Senangnya bila Akuarium Anda penuh dengan ikan hias aneka warna dan memanjakan mata. Tetapi pertimbangkan sebelum Anda mencampurkan semua ikan hias yang Anda beli. Antara ikan hias yang satu dengan ikan hias yang lainnya belum tentu cocok dan bisa hidup rukun. Contohnya adalah Seamese Fighting Fish atau ikan Cupang. Ikan ini suka sekali berkelahi, namanya saja Fighting Fish.Jadi lebih baik Anda mencari referensi langsung kepada penjual dan orang yang lebih ahli dalam budidaya ikan hias.
  5. Hal jamak yang mutlak harus dilakukan adalah selalu rajin membersihkan akuarium. Sirkulasi udara melalui filter juga sangat penting bagi kelangsungan hidup Ikan hias Anda.
  6. Rajin-rajinlah membuat jadwal memberi makan ikan hias sesuai dengan porsi dan waktu makannya. Ikan hias Anda harus senantiasa Anda rawat. Bila tidak maka ikan hias itu tidak akan dapat bertahan hidup di akuarium Anda. (dari berbagai sumber/foto:istimewa)

TAMAN VERTIKAL

SOLUSI TAMAN DILAHAN SEMPIT
Mungkin masih asing ditelinga kita, apa itu Taman Vertikal. Tapi jika melihat gambar-gambar dibawah ini, pasti banyak yang sudah pernah melihatnya. Secara sederhana tentunya taman vertikal adalah taman yang ditanam pada media yang vertikal. Ada yang menyebut taman vertikal dengan Vertical Landscape, Green Wall, Jardin Garden. saat ini dinilai cocok karena semakin sempitnya lahan perkotaan dan taman ini bisa ditanam didinding vertical gedung-gedung atau rumah-rumah pribadi.

Di Indonesia, masih jarang ada bangunan yang membuat taman vertikal. Tapi mulai ada yang mencoba menanam tanaman di pot yang disusun ke atas, atau memakai tanaman rambat di dinding. Model taman vertikal yang ada di luar negeri sangat sederhana, dengan tanaman rambat atau tanaman di pot yang dibuat di tiang-tiang bangunan. Meskipun sederhana dan dipilih tanaman yang murah, tetapi mampu menampilkan suasana hijau dan segar bagi lingkungan sekitarnya.

Menempatkan tanaman agar bisa tumbuh di dinding perlu sedikit trik, mengingat jauh lebih sulit menanam dalam kondisi vertikal dibandingkan posisi biasa. Jadi, diperlukan wadah atau modul yang tepat agar tanaman tetap tumbuh dan tak cepat mati.

MANFAAT TAMAN VERTIKAL
Selain menambah keindahan, efek positif taman vertikal adalah menurunkan suhu termal terhadap interior bangunan. Karena daun-daun tanaman dapat mereduksi efek panas dari radiasi matahari. Hal ini disebabkan sirkulasi udara mengalir melalui dedaunan dan celah batang-batang tanaman. Intinya bahwa taman vertikal dapat menahan panas dari luar ruang. Selain itu suara bising dari luar juga dapat diredam.

Karena biasanya taman vertikal mempunyai elemen daun yang rapat, hal ini dapat mengurangi polusi udara karena taman vertikal dapat menangkap partikel-partikel kotoran. Keuntungan lain yang tidak kalah penting adalah Mengurangi efek tampias hujan dan meningkatkan suplai oksigen serta tidak perlu lahan yang besar. Dinding rumah sebagai media tanam.
MEMBUAT TAMAN VERTIKAL
Sebenarnya membuat taman vertikal sangatlah mudah. Anda bisa membuatnya secara sederhana dengan tanaman rambat yaitu dengan menempelkan kawat ayam pada dinding kemudian membelitkan tanaman rambat pada beberapa bagian pada kawat tersebut, dan rawat dengan baik maka tanaman itu akan menyebar dengan sendirinya. Tetapi ada teknik lain yaitu seperti uraian dibawah ini dengan menggunakan media rak.

RAK : yang terbuat dari bahan logam atau plastik agar dapat menyangga pot tanaman dengan kuat dan tahan lama. Bisa juga memakai rak berbahan kayu. Rak ini harus berongga agar air yang disemprotkan ke dalam pot tanaman tidak memenuhi rak.

PAPAN PENYANGGA : pakai lembaran papan berbahan PVC. Bahan tersebut diyakini dapat dilubangi kawat untuk menjaga kerapian pot.

WADAH POT: gunakan pot yang dapat menjadi media tanam ala metode hidroponik yakni pot yang dapat diisi sekam bakar, cocopeat, dan rumput laut. Ketiganya berfungsi menyimpan penyimpan cadangan air di media tanam. Untuk itu, Anda bisa gunakan pot dari bahan planel, modul palstik berlubang-lubang, batu bata / pralon

MEDIA TANAM
A. Bahan Organik : Arang, Batang Pakis, Kompos, Moss, Pupuk kandang, Sabut kelapa (coco peat), Sekam padi, Humus, Rumput laut.

B. Bahan Anorganik : Gel, Pasir, Kerikil, Pecahan batu bata, Spons (floralfoam), Tanah liat, Vermikulit dan perlite, Gabus (styrofoam), Rockwool, zeolit, Red lava (dari berbagai sumber/foto istimewa)

















ANTARA BATA MERAH DENGAN BATA RINGAN

Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding sudah jamak kita lihat diberbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih punya tempat dihati masyarakat kendati sudah banyak gempuran teknologi ripil dengan berbagai rekayasa konstruksi seperti bata ringan. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan, karena selain sudah teruji kekuatannya, juga mendapatkannya pun tidak susah.

Hampir disetiap daerah menggunakan bata merah ini sebagai salah satu bahan konstruksi bangunan. Bata merah dengan ukuran 24x12x6 cm cukup murah dan mudah didapat, merupakan bata konvensional yang memiliki bahan dasar berupa tanah liat (lempung), dimana proses pembuatannya biasanya dilakukan secara tradisional (manual) atau jika merupakan industri kadang ada yang dikerjakan di pabrik, meskipun pabriknya pun menggunakan mesin yang tradisional. Karena pembuatan bata yang manual, ukuran maupun bentuk tekstur dari bata tersebut sering tidak presisi. Tetapi karena memang berada didalam dinding, kadang hal ini tidak merupakan masalah.

Teknologi sipil terus berkembang untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Atas latar belakang inilah, diciptakannya bata ringan. Bata ringan adalah material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, awet (durabel) yang dibuat di pabrik menggunakan mesin. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki tingkat kerataan yang baik.

Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Kemudian pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentunya adalah apakah bata ringan sudah bisa menggantikan bata merah baik tinjauan dari harga, kekuatan, kemudahan mendapatkannya, motode pemasangan dan lain-lain. Agar lebih dalam, mari kita bedah satu-satu agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing.

BATA MERAH
Bahan bangunan ini terbuat dari tanah liat dan mineral-mineral lain yang dibentuk dalam ukuran tertentu, biasanya 24x12x6 cm. Dicetak dengan ukuran tersebut, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah melewati proses pengeringan, bata merah itu dibakar dalam tungku untuk membuatnya kuat dan tahan lama. Bata merah yang bagus akan keras, tahan api, tahan terhadap pelapukan, dan cukup murah, sehingga berperan penting dalam membuat dinding dan lantai.

Spesifikasi batu merah
• Berat jenis kering (ρ) : 1500 kg/m3
• Berat jenis normal (ρ) : 2000 kg/m3
• Kuat tekan : 2,5 – 25 N/mm² (SII-0021,1978)
• Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 2 jam
• Jumlah per luasan per 1 m2 : 70 - 72 buah dengan construction waste

Kelebihan Bata Merah
  1. Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
  2. Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
  3. Mudah untuk membentuk bidang kecil
  4. Murah harganya
  5. Mudah mendapatkannya
  6. Perekatnya tidak perlu yang khusus.
  7. Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.
Kekurangan Bata Merah
  1. Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
  2. Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
  3. Siarnya besar-besar cenderung boros dalam penggunaan material perekatnya.
  4. Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
  5. Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
  6. Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
  7. Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
  8. Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan.
BATA RINGAN
Material yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, awet (durable) yang dibuat di pabrik menggunakan mesin. Bata ini cukup ringan, halus dan memiliki tingkat kerataan permukaan yang baik. Bata ringan diciptakan dengan tujuan memperingan beban strukur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung.

Memiliki panjang 60 cm, tinggi 20-40 cm dan tebal 75,100, 125, 150, 175, 200 cm. Adonannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam.

Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran.

Spesifikasi
• Berat jenis kering : 520 kg/m3
• Berat jenis normal : 650 kg/m3
• Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
• Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
• Tebal spesi : 3 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
• Jumlah per luasan per 1 m2 : 22 - 26 buah tanpa construction waste.

Kelebihan Bata Ringan
  1. Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
  2. Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
  3. Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
  4. Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
  5. Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
  6. Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
  7. Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  8. Mempunyai kekedapan suara yang baik.
  9. Kuat tekan yang tinggi.
  10. Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.
Kekurangan bata ringan
  1. Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
  2. Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
  3. Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
  4. Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa. Kalau tetap dipaksakan diplester sebelum kering maka akan timbul bercak kuning pada plesterannya.
  5. Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
  6. Agak susah mendapatkannya. Hanya toko material besar yang menjualbata ringan ini dan penjualannya pun dalam volume besar.
PERBANDINGAN HARGA BAHAN
Untuk Bata Merah Pres Mesin harga per buah adalah Rp 500,- sedangankan bata merah proses tangan harga per buahnya adalah Rp 350. Dalam 1 m2 dinding bata merah membutuhkan sekitar 70 bata. Jadi 1m2 dinding bata ringan butuh bahan senilai Rp 350 x 70 bata atau senilai Rp. 24.500,-. Bahan lain yang diperlukan adalah semen PC sebanyak 14 kg dan pasir pasang sebanyak 0,04 m3. Jadi 1 m2 bata merah butuh bahan sebagai berikut
  • 70 bata x Rp. 350 = Rp. 24.500,-
  • 14 Kg Semen PC x Rp. 1.070 = Rp. 14.980,- (Harga Semen Gresik 50 Kg adalah Rp. 53.500,-)
  • 0.04 m3 pasir pasang x Rp. 145.000,- = Rp. 5.800,-
Totalnya 1 m2 dinding menggunakan bahan bata merah adalah Rp. 45.280,-

Sedangan Bata Ringan ada yang menawarkan dua ukuran. Yakni ukuran 600 x 200 x 100 mm yang dijual sekitar Rp 13.000,- per blok atau Rp 1.000.000,- per m3 dan ukuran 600 x 200 x 75 mm harganya sekitar Rp 9.750 per blok atau Rp 1.080.000 per m3. Dalam 1 m2 bidang dinding membutuhkan bata ringan, sebanyak kurang lebih 8,5 bata ringan. Jadi 1m2 dinding bata ringan butuh bahan senilai Rp13.000,- X 8,5 bata atau senilai Rp110.500,- per m2. Bahan lain yang diperlukan bahan perekat berupa semen instant mortar sebanyak 4 kg. Jadi 1m2 bata ringan butuh bahan sebagai berikut ;
  • 8,5 bata ringan x Rp. 13.000,- = Rp. 110.500,-
  • 4 kg mortar x Rp. 2.340,- = Rp. 9.360,-
Totalnya 1 m2 dinding menggunakan bahan bata ringan adalah Rp. 119.860,-

Perbandingan diatas merupakan perbandingan harga bahan untuk dinding tanpa plester dan tentunya tidak menghitung upah pekerja. Bisa dilihat bahwa bata ringan lebih mahal 2 kali lipat lebih dari bata merah.

KESIMPULAN
Bata ringan memiliki bobot ringan namun memerlukan bahan yang mahal, sedangkan bata merah memiliki bobot lebih berat namun biaya pekerjaannya murah. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa jika pembangunan bangunan rendah seperti rumah tinggal disarankan untuk memakai material bata merah saja, karena dapat menekan pengeluaran untuk pekerjaan pasangan dinding.

Sedangkan untuk proyek pembangunan bangunan tinggi disarankan untuk memakai material bata ringan sebagai pasangan dinding, karena sifatnya yang ringan dapat mengurangi beban yang membebani konstuksi gedung sehingga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk struktur bangunan. (dari berbagai sumber/foto:istimewa)

10 KESALAHAN SAAT MEMBELI RUMAH

Kadang dalam jual beli ada kalanya kita kecewa karena barang yang kita beli tidak seperti harapan kita. Karena saat membeli dan saat digunakan begitu lain ‘rasanya’. Istilah umumnya SALAH BELI. Membeli rumah bagi sebagian masyarakat merupakan ‘momen penting’ karena pada saat itulah kemampuan finansial dan keputusan yang tepat harus dikombinasikan untuk membeli ‘barang paling mahal’ sehingga tidak mengecewakan ketika digunakan.

Istilah salah beli sering digunakan ketika kita kecewa membeli sesuatu entah barang murah atau barang mahal, yang pasti kita merasa sayang dengan uang yang kita keluarkan untuk barang tersebut. Syukur-syukur jika masih bisa dikembalikan. Tapi jika tidak bisa apa jadinya. Seperti membeli rumah, jika kita kecewa, tidak mungkin rumah itu kita kembalikan bukan. Oleh karena itu untuk menghindari kesalahan saat beli rumah, baik itu rumah baru atau rumah seken, ada baiknya untuk menghindari beberapa kesalahan saat beli rumah.

1. TIDAK PUNYA KRITERIA : Hal ini merupakan hal utama yang harus kita pikirkan sebelum membeli rumah. Ada kalanya kita hanya berpikiran ASAL PUNYA RUMAH. Harusnya anda sudah punya kriteria rumah yang seperti apa yang anda inginkan, berapa budgetnya, dimana kira-kira lokasi yang sesuai.

2. TERGESA-GESA : Sebaiknya membeli rumah tidak menggunakan target waktu. Misal, 3 Minggu harus dapat rumah!!!!!. Hati-hati dengan target tersebut. Jika terlalu tergesa-gesa, anda tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal diluar sesuatu yang tampak. Artinya penjual, sudah tentu tidak akan menceritakan kelemahan ‘barang jualannya’. Misal, lokasinya tidak aman, langganan banjir, dan lain-lain. Nah, itu tugas anda sendiri untuk mengetahuinya. Jadi bijaklah dalam menggunakan waktu ketika hunting rumah.

3. PILIHAN SEDIKIT : Tentunya jika anda tergesa-gesa, maka pilihannya semakin sedikit dan semakin sempit pula pilihan kita. Rajin-rajinlah untuk mengumpulkan pilihan yang sesuai dengan kriteria yang anda cari. Kemudian buatlah rangking dari property yang paling masuk criteria anda.

4. PUTUS ASA : Ada kalanya, karena merasa tidak ‘nemu-nemu’ rumah yang diinginkan akhirnya kita terjebak pada situasi ‘keputusasaan’ sehingga membeli rumah yang tidak begitu “SREG” dihati, entah itu harganya kemahalan, lokasinya jauh atau hal-hal yang tidak terduga lainnya. Cobalah untuk rajin survey property, kemudian membuat tabel yang berisi daftar situasi dan kondisi property yang baru saja anda survey.

5. TERLALU MUDAH PERCAYA : Banyak orang yang gampang sekali tergiur oleh kata “MURAH”. Siapapun pasti menyukai kata ini. Tapi perlu diingat bahwa jika properti itu murah, maka pasti ada hal yang membuatnya murah. Misalnya murah karena memang lokasingnya jauh dari “peradaban” alias terpencil atau murah karena spesifikasinya yang memang KW II kebawah. Telitilah sebelum membeli.

6. TIDAK BERHITUNG : Dimanapun, property didalam kota tentunya lebih mahal daripada dipinggiran kota. Ada beberapa dari kita yang membeli rumah hanya berdasarkan harganya saja. Tapi cobalah untuk berhitung seperti ini. Berapakah jarak rumah yang akan anda beli dengan lokasi kerja anda, pasangan anda, tempat sekolah anak-anak. Semakin jauh jaraknya dari tempat aktivitas keluarga sehari-hari, tentu merepotkan dan kalau dihitung malah menjadi beban keuangan anda sendiri untuk biaya mobilitas. Jika memang ada property yang dijual dilokasi yang jaraknya relatif dekat dengan kegiatan keluarga, meskipun hargnya lebih mahal, tentunya patut dipertimbangkan dengan menghitung perbandingan jika memiliki property dipinggiran kota.

7. TIDAK SESUAI KEMAMPUAN KEUANGAN : Bahasa kerennya ‘tidak rasional’. Artinya kita menjadi emosional ketika melihat rumah yang sangat bagus dan sesuai dengan criteria kita, tapi mahal. Kita jadi tidak berpikir rasional bahwa harganya yang mahal akan membelenggu kita dikemudian hari jika nekat membelinya. Akhirnya hutang kanan kiri. Perlu diingat apapun bentuk rumah itu, pasti perlu perawatan, dan perwatan tentunya butuh biaya. Anda pasti akan kelimpungan menngalokasikan pendapatan untuk perawatan sekaligus untuk menutup hutang. Pertimbangkan masak-masak jika mengambil rumah yang harganya jauuuuh dari kemampuan kita.

8. MENGABAIKAN KELEMAHAN KECIL : Jika anda tidak rasional dalam memilih rumah dan terlalu emosional dalam membeli rumah, dipastikan anda akan mengabaikan kelemahan-kelemahan kecil yang ada pada property yang anda beli, karena anda tentunya tidak akan memperhatikan dengan seksama detail-detailnya. Siapa tahu justru kelemahan-kelemahan kecil, seperti got tersumbat, talang bocor, akan merepotkan anda sediri.

9. TIDAK MINTA PENDAPAT : ini masih akibat dari ketidakrasionalan dalam membeli rumah. Anda pasti tidak akan minta pendapat orang lain, karena anda terbelenggu oleh imajinasi anda sendiri. Sebaiknya minta orang lain. Jika punya teman atau kerabat yang pernah beli property, syukur-syukur bekerja dibidang property, dapat diajak diskusi.

10. TERLALU CEPAT MENAWAR : Pada saat survey dan kebetulan bertemu dengan pemiliknya, apalagi anda belum banyak tahu ‘jeroan’ property tersebut, jangan langsung menawar, karena pemilik akan berasumsi anda adalah pembeli potensial. Tanyakan saja harganya tanpa menawar. Baru ketika anda mengetahui seluk beluk property tersebut, bolehlah melakukan penawaran sesuai dengan rencana anda. Selamat berberu property.