Tampilkan postingan dengan label RAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Fungsi dan Langkah Pembuatan Rancangan Anggaran Biaya Bangunan

A.  Fungsi RAB :
Secara Umum ada 4 Fungsi Utama dari Rancanga Anggaran Biaya (RAB) :
  1. Menetapkan jumlah total biaya pekerjaan yang menguraikan masing masing item pekerjaan yang akan dibangun. RAB harus menguraikan jumlah semua biaya upah kerja, material dan peralatan termasuk biaya lainnya yang diperlukan misalanya perizinan, kantor atau gudang sementara, fasilitas pendukung misalnya air dan listrik sementara.
  2. Menetapkan Daftar dan Jumlah Material yang dibutuhkan. Dalam RAB harus dipastikan jumlah masing masing material disetiap komponen pekerjaan. Jumlah material didasarkan dari volume pekerjaan , sehingga kesalahan perhitungan volume setiap komponen pekerjaan akan mempengaruhi jumlah material yang dibutuhkan. Daftar dan Jenis material yang tertuang dalam RAB menjadi dasar pembelian material ke Supplier.
  3.  Menjadi dasar untuk penunjukan/ pemilihan kontraktor pelaksana. Berdasarkan RAB yang ada , maka akan diketahui jenis dan besarnya pekerjaan yang akan dilaksanakan. Dari RAB tersebut akan kelihatan pekerja dan kecakapan apa saja yang dibutuhkan. Berdasarkan RAB tersebut akan diketahui apakah cukup diperlukan satu kontraktor pelaksana saja atau apakah diperlukan untuk memberikan suatu pekerjaan kepada subkontraktor untuk menangani pekerjaan yang dianggap perlu dengan spesialis khusus.
  4. Peralatan peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan akan diuraikan dalam estiamsi biaya yang ada. Seorang estimator harus memikirkan bagaimana pekerjaan dapat berjalan secara mulus dengan menentukan peralatan apa saja yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut. Dari RAB juga dapat diputuskan peralatan yang dibutuhkan apakah perlu dibeli langsung atau hanya perlu dengan sistim sewa.. Kebutuhan peralatan dispesifikasikan berdasarkan jenis, jumlah dan lama pemakaian sehingga dapat diketahui berapa biaya yang diperlukan
B. Keuntungan – Keuntungan yang didapatkan dengan adanya RAB :
Berdasarkan pengalaman yang ada , ketika seseorang melaksanakan pembangunan rumah ataupun proyek proyek lainnya, mereka merasa terbantu dengan adanya Rencana Anggaran Biaya . Sesorang akan terbantu dengan adanya RAB dimana akan menjadi dasar dan pelaksanaan pekerjaan baik saat pembelian material dan pemilihan kontraktor dan bialamana ada perubahan jenis material saat pekerjaan sedang berlangsung. Kesulitan kesulitan pembiayaan juga dapat terbantu dan disederhanakan jika kita mempunyai detail RAB. Berikut adalah beberapa catatan yang dapat membantu anda untuk mengerti apa pentingnya Rancangan Anggaran Biaya tersebut :
  • Saat pelaksanaan pembangunan sedang berlangsung, tanpa disadari uang yang kita keluarkan cukup besar mengalir. Dengan adanya RAB yang kita miliki, maka kita akan mengatur penyediaan dan pengeluaran berdasarkan schedule pekerjaan. Kita dapat menghitung jumlah pengeluaran berkala dari RAB yang ada untuk pembayaran upah tukang, pembelian materian dan pembelian peralatan . Jika pekerjaan dilakukan oleh suatu kontraktor dimana upah dan material langsung ditangani oleh kontraktor, maka kita dapat mengatur pengeluaran berdasarkan termin (jumlah prosentrase pekerjaan)
  • Dari detail-detail yang tertuang dalam RAB maka akan didapatkan informasi semua tipe kebutuhan material yang diperlukan untuk masing masing bagian pekerjaan, dan juga akan didaptkan jumlah actual material yang diperlukan. Bedasarkan jenis dan jumlah material yang ada dalam RAB maka kita dapat mempelajarinya dan membuatkan suatu kerja sama dengan pihak supplier untuk mengatasi atau menjaga bilamana terjadi fluktuasi harga. Sebagai contoh kita dapat terlebih dahulu menempatkan uang kita ke suatu toko/ supplier untuk pemesanan jenis dan jumlah material yang sudah ada tertera di RAB.
  • Dengan detail RAB yang ada, anda dapat mengatur jenis dan jumlah material yang akan dipergunakan sesuai dengan kebutuhannya dilapangan. Ini akan membantu penyimpanan material yang tidak diperlukan digudang dimana akan mejaga bertumpuknya material dan juga menjaga perputaran uang anda. Juga akan mengamankan barang barang anda tertumpuk lama sehingga akan bisa mengakibatkan material tidak bisa terpakai.
  • Dengan pengaturan jumlah material yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan pemakaian maka akan memperlancar jalannya pekerjaan dan juga akan menghindari terbuangnya material oleh pekerja.
  • RAB juga memberikan spesifikasi masing masing material yang dibutuhkan dalam tahapan konstruksi, dimana hal ini juga membantu untuk memeriksa apakah standard dan kwalitas bahan yang masuk sudah sesuai dengan kebutuhan bangunan anda.
  • Jika semua material dan gudang dapat di sesuaikan dengan kebutuhannya maka juga akan membantu waktu penyelesaian dari pembangunan rumah yang juga akan mengurangi biaya yang akan dikeluarkan misalanya biaya penjaga gudang.
  • Jika anda kurang mahir dalam menghitung RAB terhadap rumah yang ingin anda bangun, anda dapat meminta kepada sebuah konsultan yang biasa dalam membuat RAB, atau dapat juga anda lakukan dengan meminta kepada kontraktor yang akan mengerjakan untuk membuat RAB terhadap pekerjaan yang akan dibangun. Dengan RAB yang ada anda dapat membandingkan harga antara harga yang dibuat oleh sikonsultan dengan harga yang dibuat oleh calon kontraktor.
  • Jika anda mempunyai dana yang terbatas, maka anda dapat menggunakan RAB ini sebagai dasar perhitungan untuk meminjam besar dana yang akan anda pinjam.
  •  RAB akan membantu kecepatan pekerjaan , dimana pemilik dan pekerja akan mempunyai acuan untuk kemulusan berlangsungnya pekerjaan. Semakin cepat rumah anda selesai dibangun maka anda akan semakin cepat dapat menempatinya
C.  Komponen- komponen Yang perlu dihitung dalam RAB.
Dalam suatu konstruksi bangunanrumah ada dua bagian segi pembiayaan yang perlu diperhitungkan, yaitu :
a. biaya pokok yang berhubungan dengan material , upah kerja dan perlatan.
b. biaya operasional termasuk biaya perijinan, fasilitas atau sarana (air, listrik sementara, gudang dll), dan juga perlu diperhitungkan biaya tidak terduga.
Dalam perhitungan RAB suatu bangunan rumah , semua bagian komponen yang diperlukan dalam pekerjaan hingga selesai harus betul betul diperhitungkan, dimulai dari awal pekerjaan sampai selesai nya tahap konstruksi.

D. Langkah – Langkah Menghitung RAB
  1. Persiapan dan Pengecekan Gambar Kerja
    Gambar Kerja adalah dasar untuk menentukan pekerjaan apa saja yang ada dalam komponen bangunan yang akan dikerjakan. Dari gambar akan didapatkan ukuran , bentuk dan spesifikasi pekerjaan. Pastikan gambar mengandung semua ukuran dan spesifikasi material yang akan digunakan untuk mempermudah perhitungan volume pekerjaan. Dari gambar yang ada anda disini sudah memulai coretan coretan item pekerjaan apa saja yang akan dihitung dalam pembuatan RAB nya. Dalam tahap persiapan ini perlua juga dilakukan pengecekan harga harga material dan upah yang ada disekitar atau lokasi paling dekat dengan tempat bangunan rumah akan dikerjakan.
  2. Perhitungan Volume.
    Langkah awal untuk menghitung volume pekerjaan, yang perlu dilakukan adalah mengurutkan seluruh item dan komponen pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja yang ada. Sebagai contoh pembangunan rumah tinggal anda dapat lihat dibawah ini.
Jika anda merasa seluruh item pekerjaan sudah tertuang , selanjutnya anda memluai menghitung volume masing masing volume pekerjaan tersebut. Untuk format sederhana dan memudahkan perhitungan , anda dapat melakukannya dalam format excel. Suatu hal yang perlu diperhitungkan adalah satuan pekerjaan yang dihitung harus sama dengan analisa harga satuan pekerjaan.
Contoh perhitungan volume pekerjaan dalam format excel anda dapat lihat dibawah ini :
 
Jika perhitungan sudah selesai, tidak salah jika anda melakukan pengecekan kembali bilamana ada kemungkinan kesalahan perhitungan ukuran.
3.  Membuat Harga Satuan Pekerjaan
Untuk menghitung Harga Satuan Pekerjaan, yang perlu dipersiapakan adalah :
-  Indeks (koefisien) analisa pekerjaan
-  Harga Material/ Bahan sesuai satuan
- Harga upah kerja per hari termasuk mandor, kepala tukang, tukang dan pekerja
Indeks (koefisien) analisa pekerjaan mungkin sedikit agak rumit dan membingungkan , jika anda kurang paham darimana (indeks) koefisien tersebut, anda dapat menggunakan indeks resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah (anda dapat melihatnya dari SNI yang sudah ada saat ini untuk masing masing item pekerjaan).
Untuk harga material dan upah kerja , anda tinggal memasukkan harga berdsarkan harga yang ada didaerah anda. Anda juga perlu mengantisipasi nilai harga yang dimasukkan bilamana kemungkinan akan ada kenaikan harga jika pekerjaan masih lama untuk dimulai.
Contoh Harga Satuan Pekerjaan dapat anda lihat dibawah ini :

Untuk membantu anda dalam pembuatan Analisa Harga satuan, anda dapat melihat  Analisa Harga Satuan dalam bentuk format excel disini.
Perhitungan Analisa Harga Satuan saat ini semakin berkembang, dimana banyak terdapat method perhitungannya. Bila anda mencheck beberapa Analisa Harga Satuan dari beberapa RAB yang ada, kemungkinan anda akan menjumpai ada beberapa perbedaan harga dalam suatu item pekerjaan yang sama. Mengapa terjadi ? Untuk pembahasan hal ini anda dapat lihat dalam artikel ini.
4.  Perhitungan Jumlah Biaya Pekerjaan
Setelah didapatkan volume dan harga satuan pekerjaan , kemudian kita tinggal mengalikannya sehingga didapat harga biaya pekerjaan dari masing masing item pekerjaan.
Untuk memisahkan biaya antara Upah kerja dan Jumlah Biaya Material, anda dapat memisahkan kolom perhitungan seperti dibawah ini. Ini dapat anda pergunakan jika misalnya kontrak upah terpisah dengan pembelian material.
Untuk contoh lengkap  perhitungan Jumlah biaya pekerjaan (upah dan material) untuk bangunan rumah  dapat anda lihat disini.
5.  Rekapitulasi
Rekapitulasi adalah jumlah masing masing sub item pekerjaan dan kemudian ditotatlkan sehinggan didapatkan jumlah total biaya pekerjaan. Dalam rekapitulasi ini bilamana diperlukan juga ditambahkan biaya overhead dan biaya pajak.
Contoh Rekapitulasi biaya pekerjaan dapat dilihat dibawah ini :
Semoga bermanfaat !!

Modifikasi Harga Satuan Pekerjaan Beton untuk mengetahui jumlah besi yang dibutuhkan.

Dalam pembuatan RAB , khusunya untuk pekerjaan beton adalah lebih memuaskan jika kita bisa juga mengetahui   jumlah masing masing material yang diperlukan dan jumlah harganya keseluruhannya.   Bagi kita yang biasa menggunakan  analisa harga material yang ada seperti dibawah ini kadang kita akan mempunyai kendala untuk mengetahui jumlah sebenar masing masing materialnya. Dan kadang juga akan mendapatkan permasalahan jika misalnya menggunakan jenis besi yang berbeda.
Mari kita lihat contah analisa harga satuan untuk bahan material dibawah ini :

Dari analisa Harga Satuan Pekerjaan diatas,  misalnya kita akan menghitung biaya  pekerjaan balok beton dengan ukuran 20 x 40 dengan panjang 10 m.
Dari perhitungan,  maka volume pekerjaan adalah :  0.2 x 0.4 x 10 = 0.8 m3.
Dengan volume 0.8m3 , maka  biaya pekerjaan untuk 10 m adalah =

Nah, sekarang mari kita perhatikan, jika kita hendak mengerjakan balok beton  dengan ukuran yang sama tapi menggunakan ukuran besi yang berbeda. Contohnya gambar dibawah ini :
                      Balok Beton Type 1                                                                                                                                       






Dengan memperhatikan kedua gambar sudah tentu secara pelaksanaan , biaya pekerjaan pembuatan  balok beton type 2 akan lebih besar dibandingkan dengan balok beton type 1. Mengapa demikian ? Jika perhatikan  perbedaannya adalah  Type 1  menggunakan besi utama  besi diameter 12 mm dengan jumlah 10 buah dan cincin 8 mm dengan jarak 15 cm. Sedangkan type 2 menggunakan besi utama 12 mm dengan jumlah 12 buah dan cincin 10 mm dengan jarak 15 cm. Tentu dengan perbedaan jumlah dan jenis besi maka jumlah biaya akan berbeda.



Dibawah ini  adalah hasil perhitungan biaya dan jumlah kebutuhan material untuk pekerjaan beton kedua jenis diatas berdasarkan modifiaksi analisa harga satuan pekerjaan  , dimana didapatkan perbedaan jumlah biaya material seperti terlihat dibawah ini :
Biaya Material untuk Beton 20 x 40  Type 1 :
 Biaya Material untuk Beton 20 x 40 Type 2  :

Dari analisa diatas maka dapat dilihat jumlah biaya material Type 1 adalah Rp. 1.921.727,46 sedangkan biaya material untuk Type 2 adalah Rp. 2.136.477,06.
Jadi disini, dalam pembuatan RAB kita perlu memperhatikan penyusunan Analisa Harga Satuan yang ada apakah perlu kita buat lebih mendetail supaya harga yang kita buat sudah sesuai dengan kebutuhannya. Dan dengan contoh modifikasi analisa harga satuan tersebut maka kita akan lebih mudah mendapatkan jumlah bahan misalnya besi sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Contoh analisa harga satuan tersebut dapat anda modifikasi untuk pekerjaan beton lainnya misalnya kolom, sloof dan pekerjaan beton lainnya sehingga bilamana anda menyusun RAB, anda akan lebih mudah untuk menghitung jumlah besi dengan jenis ukuran yang berbeda .
Semoga bermanfaat !!!